Teks Misa Kamis Putih, 2 April 2026
Teks Misa Kamis Putih, 2 April 2026
Panduan hanya untuk latihan, bukan teks resmi
KAMIS PUTIH
(Mengenang Perjamuan Tuhan)
RITUS PEMBUKA
(umat berdiri)
Lagu Pembuka
Tanda Salib dan Salam
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
I. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Putra-Nya Yesus Kristus, bersamamu.
U. dan bersama rohmu.
Pengantar (umat duduk)
I Hari Kamis Putih merupakan perayaan kenangan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya bukanlah perjamuan keputusasaan, kesedihan, melainkan perjamuan yang penuh keakraban, perjamuan persaudaraan, penuh makna. Perjamuan itu simbol penyerahan hidupnya yang total, Tubuh dan Darah-Nya diberikan demi keselamatan murid-murid-Nya. Itulah Ekaristi kudus, kenangan Kurban Salib Kristus. Pemberian diri Yesus yang sehabis-habisnya itu dilambangkan pula dalam Upacara Pembasuhan Kaki para rasul nanti. Untuk semua pengorbanan dan cinta Tuhan, kita diajak untuk juga memberi pelayanan yang sama, yaitu rela melayani dengan kasih dan cinta. Sumber kekuatan akan senantiasa ditemukan saat kita rayakan perjamuan Tuhan dalam Ekaristi.
Seruan Tobat – Tuhan Kasihanilah Kami
(dapat menggunakan rumusan berikut)
I Tuhan Yesus Kristus, demi cinta kasih-Mu, Engkau rela merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid.
Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
I Dalam Ekaristi, Engkau mengorbankan Diri bagi kami semua.
Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
I Demi cinta kasih-Mu, dalam Ekaristi, Engkau memberikan Tubuh dan Darah-Mu kepada kami, agar tetap bersatu dengan kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
Kemuliaan (umat berdiri)
Doa Kolekta
I Marilah berdoa:
Allah Bapa Maha Pengasih, pada malam hari menjelang sengsara-Nya, Putra-Mu mempercayakan perjamuan Ekaristi kepada kami sebagai lambang cinta kasih dan kenangan akan korban salib-Nya. Semoga, kami dapat menimba kekuatan dari misteri luhur ini untuk mewujudkan kasih dalam hidup kami sehari-hari serta diperkenankan menikmati buah penebusan-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin.
LITURGI SABDA
(umat duduk)
Bacaan I – Kel 12 : 1-8.11-14
“Ketetapan tentang Perjamuan Paskah.”
L Bacaan dari Kitab Keluaran.
Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, ‘Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun; kamu boleh mengambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya; pinggangmu berikat, kaki berkasut, dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini, Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
|
Refren 021, Bait Pengantar Injil 965 |
|
|
|
Mazmur (oleh pemazmur):
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu. Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. |
Bacaan II – 1Kor 11:23-26
“Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan.”
L Bacaan dari Surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.
Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti itu seraya berkata, “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru, yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil – PS. 965 (umat berdiri)
|
|
|
Ayat (oleh solis):
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi |
Ayat : Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihimu.
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
I Inilah Injil Suci menurut Yohanes.
U Dimuliakanlah Tuhan.
“Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir.”
Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepada-Nya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.” Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”
I Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Homili (umat duduk)
Upacara Pembasuhan Kaki
Misdinar lainnya mempersiapkan peralatan pembasuhan kaki (amik, tempat air dan kain pembersih). Kemudian imam menanggalkan kasula, kemudian melakukan pembasuhan kaki. Selama pembasuhan kaki koor dapat menyanyikan lagu yang sesuai.misdinar segera membereskan alat-alat pembasuhan. Bila ada air yang tertumpah dilantai misdinar dapat memberitahu petugas untuk mengeringkan lantai yang ketumpahan air.
Setelah selesai upacara pembasuhan kaki,
(Sesudah pembasuhan kaki, tanpa “Aku Percaya” langsung mendoakan Doa Umat).
Doa Umat
I Dengan membasuh kaki para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan sepenuh hati.
P Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam.
Semoga Sri Paus dan Uskup kami, serta para Imam dapat melakukan tugas penggembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Kami mohon.....
P Bagi para pemimpin masyarakat.
Semoga para pemimpin masyarakat selalu mendasari tugas pelayanannya dengan Sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan bersama. Kami mohon.....
P Bagi orang-orang yang menderita.
Semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya menggugah setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi orang-orang yang sedang menderita. Kami mohon.....
P Bagi kita di sekitar altar ini.
Semoga kami semua pada hari ini memperbarui niat untuk saling mengasihi dan berkerjasama dalam keluarga kami masing-masing sehingga nilai hidup kristiani keluarga kami terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat. Kami mohon.....
P Marilah kita mendoakan ujud kita masing-masing di dalam hati.
---- (hening sejenak) ----
Kami mohon.....
I Ya Allah, Bapa Maha Pengasih, dengarkanlah permohonan kami. Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U Amin.
LITURGI EKARISTI
Persiapan Persembahan
Doa Persiapan Persembahan
I Berdoalah saudara – saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita, serta seluruh umat Allah yang kudus.
I Ya Tuhan, terimalah dan persatukanlah persembahan kami ini dengan korban Kristus, Putra-Mu, sehingga mendatangkan rahmat keselamatan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Prefasi
Kudus
Doa Syukur Agung
Bapa Kami
Doa Damai
Anak Domba Allah
Komuni
Doa Sesudah Komuni
I Marilah berdoa :
Allah Bapa kami di surga, semoga melalui misteri kenangan akan wafat dan kebangkitan Putra-Mu ini, kami dikuatkan dalam menjalani hidup kami sehari–hari dan dalam menyongsong keselamatan abadi yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Prosesi Sakramen Mahakudus
Perarakan Sakramen Mahakudus (dari altar sampai ke Taman Doa)
Sesudah “Doa sesudah Komuni” imam mengisi pedupaan dan mendupai Sakramen Mahakudus, kemudian mengenakan velum dan mengangkat sibori. Perarakan lalu dimulai, dengan urutan sbb: pembawa salib diapit dua petugas pembawa lilin bernyala, para petugas yang lain (misdinar dan prodiakon), pembawa pedupaan, Imam yang membawa sibori, serta seluruh umat. Prosesi perarakan dilaksanakan sampai ke tempat pentahktaan (Taman Doa).
Selama perarakan diadakan pengangakatan Sakramen Mahakudus selama 3 x, dan saat pengangkatan umat berlutut.
Lagu iringan perarakan : Madah Bakti 406
PENTAHTAAN SAKRAMEN MAHA KUDUS
Sesudah sampai tempat pentahtaan (taman doa) Sibori diletakkan pada tabernakel, lalui diadakan pendupaan. Selama pendupaan dinyanyikan lagi berikut:
Lagu Tantum Ergo (dapat menggunakan versi yang familier)
I. Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U. Yang mengandung segala kesegaran.
I. Marilah kita berdoa:
Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati Tubuh dan Darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
Hening sejenak
Imam dapat menyampaikan renungan atau doa singkat
DOA TERPUJILAH ALLAH
I Terpujilah Allah.
U Terpujilah nama-Nya yang Kudus.
I Terpujilah Yesus Kristus,
U sungguh Allah sungguh manusia.
I Terpujilah nama Yesus.
U Terpujilah Hati-Nya yang Mahakudus.
I Terpujilah Yesus
U dalam Sakramen Mahakudus.
I Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya,
U Perawan Maria yang amat Suci.
I Terpujilah yang terkandung dengan suci dan tak bernoda.
U Perawan dan Bunda.
I Terpujilah nama Maria,
U yang diangkat ke surga dengan Mulia.
I Terpujilah Santo Yusuf
U mempelai-Nya yang amat Suci.
I Terpujilah Allah
U dalam para malaikat dan segala orang kudus-Nya. Amin. Amin.
<><><><><><><><><>
Imam/para petugas/umat dapat meninggalkan tempat pentakhtaan; dilanjutkan dengan tuguran menurut giliran lingkungan
Komentar
Posting Komentar