Bahan Pendalaman APP 2026 Keuskupan Agung Palembang

 

BAHAN PERTEMUAN KBG

AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP) 2026

 

DARI KASIH ALLAH MENJADI BERKAH:

MENJADI PRIBADI YANG SEMAKIN SALEH DAN MANUSIAWI

 

 

 


 

 

 

 

 

 

Komisi Kateketik Keuskupan Agung Palembang


TEMA APP 2026:

 

 

Pertemuan I

Devosi: Dari Kasih Allah Menjadi Berkah

 

 

Pertemuan II

Pantang dan Puasa:

Mengolah Diri Menjadi Pribadi Solider dan Misioner

 

 

Pertemuan III

Yang Memiliki Tidak Merasa Berkelebihan, Yang Tidak Punya Tidak Merasa Berkekurangan

 

 

Pertemuan IV

Menghadirkan Harapan

Bagi Jeritan Bumi dan Orang Miskin

 

 

Pertemuan V

Hidup Bertobat dan Menjadi Berkat


PENGANTAR

 

Saudara-saudari umat basis Keuskupan Agung Palembang.

Pada masa Prapaskah ini, umat beriman teristimewa, anggota Komunitas Basis Gerejani, diajak untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah dengan berpuasa dan pantang. Puasa dan pantang sebagaimana yang telah diajarkan oleh Gereja adalah makan kenyang sehari sekali dan mengendalikan keinginan dari kesenangan jasmani sebagai tanda ikut serta dan menyatukan diri dengan Yesus yang mengalami penderitaan dan wafat di kayu salib.

Pada APP tahun ini Gereja mengajak kita untuk memaknai puasa dan pantang secara lebih mendalam. Puasa dan pantang bukan sekadar tindakan membatasi diri pada makanan, tetapi lebih daripada itu, yakni saat pembaharui diri menjadi pribadi yang semakin saleh dan manusiawi.

Tema pertemuan APP diselaraskan dengan tema Tahun Ardas IV Tahun devosional Keuskupan Agung Palembang, yakni DARI KASIH ALLAH MENJADI BERKAH: MENJADI PRIBADI YANG SEMAKIN SALEH DAN MANUSIAWI. Tema ini mau mengajak kita menyadari bahwa bakti kita kepada Allah dan ulah kesalehan yang kita lakukan adalah pengalaman kasih Allah. Dari pengalaman kasih Allah itu mengalir cara hidup yang semakin solider dengan sesama dan alam ciptaan.

Selamat menjalani puasa dan pantang dengan pergumulan doa dan pendalaman sabda. Semoga dengan pertemuan APP di masa prapaskah ini, kita semua, anggota KBG, semakin bertumbuh dan membuahkan aksi nyata yang berguna bagi usaha menghadirkan kerajaan Allah di sekitar kehidupan kita.

Tuhan memberkati dan menyertai kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

Palembang, 06 Februari 2026

Pada peringatan St. Paulus Miki dkk. Martir

 

Komisi Kateketik, Kitab Suci, dan Liturgi Keuskupan Agung Palembang


Pertemuan I

Devosi: Dari Kasih Allah Menjadi Berkah

 

Lagu Pembuka

Dipilih lagu yang sesuai.

Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U          Amin

 

Pengantar

F    Saudara-saudari umat basis yang terkasih, pada masa Prapaskah ini Gereja mengajak kita untuk menghayati sengsara dan wafat Yesus di salib dengan berpuasa dan pantang. Dan secara khusus di Tahun Ardas IV, Gereja Katolik Keuskupan Agung Palembang mengajak kita menghayati kasih Allah dan bakti kita kepada-Nya melalui devosi.

Tema pertemuan APP yang pertama adalah “Devosi: Dari Kasih Allah Menjadi Berkah”. Kita diajak untuk merenungkan bagaimana berdevosi yang searah dengan semangat menjalani aksi puasa dan pantang. Devosi tidak hanya fokus pada doa-doa dan ibadat, tetapi juga pada perbuatan amal kasih.

Mari kita hening sejenak mempersiapkan hati dan pikiran seraya memohon Roh Kudus berkarya dalam diri kita. (Saat hening…)

 

Doa pembuka

F    Marilah berdoa,

Allah Bapa yang Mahakudus, kami bersyukur atas kehadiran dan karya Putera-Mu Yesus Kristus yang menyelamatkan kami melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Maka dalam masa prapaskah ini kami umat-Mu ingin mewujudnyatakan pengalaman doa, pendalaman sabda, pantang dan puasa dalam wujud amal kasih kepada sesama. Semoga melalui pertemuan ini, Engkau mampukan kami semua menangkap pesan dari sabda yang hendak kami renungkan dan mewujudkan devosi sebagai pengalaman kasih-Mu menjadi berkah bagi sesama. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Bacaan Kitab suci

Salah seorang diminta membaca teks tersebut, kemudian teks dibaca bersama atau fasilitator membacakan ulang.

Lukas 19: 1 – 10 – “Zakheus”

 

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

 

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

Sharing Pendalaman Sabda

 

Fasilitator memandu sharing dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawaban dari umat ditampung dan didengarkan. Dalam sharing tidak ada saling menyalahkan. Jawaban dalam kurung menjadi panduan bagi fasilitator untuk membuat kesimpulan ringkas dari jawaban- jawaban umat.

1.      Dari bacaan tadi, apa tindakan/perbuatan Zakeus yang mengesan/menarik bagi Anda?

(Ia berusaha ketemu Yesus dengan naik pohon; serta sukacita dari perjumpaannya dengan Yesus diwujudkan dengan membagikan apa yang dimiliki kepada mereka yang miskin.)

2.      Setelah berjumpa dengan Yesus, apa perubahan/ pertobatan yang dilakukan Zakeus dalam hidupnya?

(Sebagai kepala pemungut cukai, dia kemungkinan sering memeras orang, tetapi setelah berjumpa dengan Yesus, dia bertobat dengan mengembalikan empat kali lipat.)

3.      Apakah devosi atau hidup doaku selama ini membuat diriku semakin bisa menjadi berkah bagi mereka yang susah dan juga peduli dengan lingkungan sekitarku?

(umat dipersilahkan berbagi pengalaman).

Peneguhan

·           Perjumpaan secara pribadi dengan Yesus membawa perubahan dalam hidup Zakeus. Zakheus menyerahkan setengah hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada yang diperas, menunjukkan pertobatan secara nyata.

Bukankah setiap kali berdevosi, berdoa, dan merenungkan sabda, kita juga berjumpa dengan Allah? Bahkan dalam doa kita memohon Allah hadir di tengah kita? Namun, kita sering kurang menyadari, menghayati, bahkan mendengarkan kehendak-Nya. Kita maunya Allah yang mendengarkan kita. Sehingga tidak jarang perjumpaan dengan Allah dalam doa dan perenungan sabda menjadi hampa, hanya sekadar ritual belaka. Yesus sendiri mengingatkan: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan (Mat 9:13).” Doa dan persembahan yang disertai kurban kepada yang sungguh membutuhkan. Sabda yang dihidupi dengan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

·           Amal kasih adalah salah satu bentuk ulah kesalehan. Devosi tidak hanya berhenti pada doa dan ibadat. Devosi harus menggerakkan hati untuk berbuat kebaikan, yakni amal kasih kepada mereka yang lemah. Amal kasih lahir dari pengalaman pribadi atas doa dan sabda yang direnungkan dan yang terungkap dalam sikap, perkataan, dan perbuatan. Amal kasih bisa kita wujudkan dengan menyemangati serta mendoakan yang sakit dan menderita, atau memberi derma kepada yang miskin. Dalam pertemuan APP yang pertama ini, mari kita mohon penyertaan Tuhan agar kita dimampukan menjalankan amanat-Nya berbelaskasihan kepada sesama melalui ulah kesalehan amal kasih. Sesulit apa pun tantangannya, kita            wujudkan amal kasih karena itulah sarana mempersatukan diri dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.

Aksi

F          Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, sekarang marilah kita membuat aksi nyata amal kasih di komunitas basis kita.

Pertanyaan:

1. Amal kasih apa yang akan kita lakukan bersama di komunitas basis? Berilah contoh nyata!

 

Doa Kepada Yesus Yang Tersalib

Teks doa dibaca bergantian dan diperbanyak agar umat basis ikut terlibat.

F          Marilah kita berdoa bersama,

Tuhan Yesus yang Maha Cinta, aku bersyukur atas pengorbanan-Mu yang mahadasyat. Atas ketaatan-Mu pada kehendak Bapa memanggul salib dengan sukarela, tergantung tanpa mengaduh, menahan sakit tanpa mengeluh. Dan menanggung beratnya dosa dunia dengan kasih cinta.

Kini, Tuhan Yesus, aku bersyukur atas cinta-Mu yang besar, kekuatan derita-Mu yang menyelamatkan, membawaku pada kebahagiaan. Kedalaman rahmat-Mu yang tak terselami membuatku sadar bahwa cinta dan kurban-Mu membuktikan kasih-Mu kepadaku. Yesus, kasih-Mu tak terselami. Aku merasakan dengan sungguh-sungguh betapa Engkau mengasihi aku. Biarkan kasih itu mengalir kepadaku dan semua orang. Semoga teladan kasih melalui derita dan wafat-Mu tetap hidup dalam ingatanku.

Yesus yang Lembut hati, luputkan aku dari bahaya dan jagalah aku agar aku boleh berdiri di hadapan-Mu dengan sukacita. Lindungi jiwaku, ya Tuhan Yesus, yang Engkau tebus dengan Darah Mulia-Mu. Perkenankanlah kami menimba sumber air keselamatan yang memancar dari perjalanan salib-Mu:

F          Dari hukuman mati yang tidak adil,

U          Ajarilah kami berserah diri pada rencana dan ketaatan pada kehendak Bapa.

F          Dari kain ungu yang dikenakan pada tubuh-Mu,

U          Ajarilah kami untuk mampu bersehati dengan mereka yang menderita.

F          Dari tali pengikat dimana Engkau diseret dan didera,

U         Ajarilah kami mampu mengatasi keegoisan, kemalasan dan kenyamanan yang selama ini mengikat erat pada jiwa kami.

F          Dari mahkota duri yang tertancap di kepala-Mu,

U         Ajarilah aku bersikap rendah hati dan tidak mencari popularitas diri, hanya demi penghormatan lahiriah.

F          Dari cambuk yang membuat bilur-bilur merah meradang disekujur tubuhMu,

U         Ajarilah aku untuk menjalani hidup dengan semangat justru ketika luka sedang melanda.

F          Dari kejatuhan memanggul salib-Mu yang besar sampai tiga kali,

U         Ajarilah kami untuk mampu bangkit dari kegagalan, tidak berputus asa ketika ada kesulitan dan tetap tegar menghadapi tantangan.

F          Dari nasihat kepada para wanita yang menagisi-Mu,

U         Ajarilah aku untuk selalu menyemangati yang lesu dan merangkul mereka yang terasing dan tersingkirkan meskipun kami sendiri dalam kondisi menderita sekali pun.

F          Dari kata-kata cacian dan ludah yang tersembur ke muka-Mu,

U         Ajarilah aku tidak mudah tersinggung oleh hinaan yang merendahkan harga diriku.

F          Dari lambung-Mu yang ditikam dengan tombak mengalirkan darah dan air,

U         Ajarilah aku kemampuan mencintai ekaristi, rela berbagi kasih karunia yang Engkau beri.

F          Dari Hati kudus-Mu yang memancarkan kerahiman,

U          Ajarilah aku berbahasa kasih dan rela mengampuni.

F          Dari paku salib yang tertancap pada tangan dan kakiMu,

U         Ajarilah aku untuk menancapkan pengharapan hanya pada kekuatan-Mu.

F          Dari palang kayu salib tempat-Mu bergantung,

U         Ajarilah aku untuk kuat dan teguh dalam iman menanggung salib kehidupan.

F          Dari cuka, anggur asam yang Kau minum di atas salib,

U         Ajarilah aku mampu merasakan manisnya kesulitan dan penderitaan

F          Dari papan kayu yang bertuliskan: Inilah Yesus Raja Orang Yahudi,

U         Ajarilah aku berani bersaksi sebagai pengikut-Mu menjadi garam dan terang.

F          Dari kematian-Mu di kayu salib,

U    Ajarilah kami taat sampai akhir pada tugas perutusan menjadi murid-Mu.

F    O Salib Kristus, pohon kehidupan abadi, pada-Mu Juruselamat dunia wafat, oleh lengan- Mu yang tersalib, dunia diselamatkan. Dari kayu mati yang kering dan tandus, tumbuhlah pohon kehidupan; cabang-cabangnya berbuah tanpa henti dan daun-daunya tak pernah layu.

U         Terpujilah Kristus yang disalibkan dan bangkit. Tanda kasih Allah yang tak pernah gagal, pemberi harapan untuk kehidupan dunia.

F+U     Tuhan Yesus, Engkaulah andalanku, Amin.

 

Bapa kami

F          Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya.

F+U     Bapa kami yang ada di surga…

Doa penutup

F          Marilah kita berdoa,

Allah Bapa yang meraja di surga, kami bersyukur atas sabda dan ajaran Gereja yang telah Kau wartakan dalam Komunitas Basis Gerejani pada hari ini. Kami mohon bantuan-Mu, semoga apa yang telah kami resapkan dan tertanam dalam sanubari kami dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di masa Prapaskah ini kami benar-benar ingin bersehati dengan saudara-saudari yang hina dina sebagai bentuk devosi amal kasih. Semoga Roh Kudus menyertai peziarahan kami dalam usaha menjadi murid-murid Yesus Putera-Mu yang sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

U    Amin.

Lagu penutup - Dipilih lagu yang sesuai.

 


Pertemuan II

Pantang dan Puasa:

Mengolah Diri Menjadi Pribadi Solider dan Misioner

 

Lagu Pembuka

Dipilih lagu yang sesuai. Misalnya, dulu Yesus berpuasa – PS. No. 490.

Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U          Amin

Pengantar

F          Saudara-saudari umat basis yang terkasih,

Pada pertemuan APP yang pertama, kita diajak memaknai hidup keberimanan dengan ulah kesalehan amal kasih. Pada pertemuan kedua ini kita diajak merenungkan dan memaknai puasa dan pantang yang tidak hanya fokus pada hal-hal lahiriah seperti pengendalian diri terhadap makanan, tetapi lebih dalam lagi, yakni menjalankan puasa dan pantang yang dibangun dari kesadaran untuk mengambil bagian dalam karya penebusan Allah di dunia. Dengan puasa dan pantang, misi keselamatan Allah itu diwujudnyatakan dengan ikut merasakan, peduli, serta bertanggung jawab terhadap sesama, terutama mereka yang menderita.

Marilah hening sejenak dan memohon Roh Kudus membantu kita menerangi akal budi dalam memahami kehendak Allah. Hening Sejenak…

Doa Pembuka

F    Marilah berdoa,

Allah Bapa Maha belaskasih, kami bersyukur atas teladan Putera-Mu dalam mempersiapkan diri menjadi utusan-Mu dengan berpuasa di padang gurun. Dengan teladan Putera-Mu itu, kami semua yang berkumpul di sini hendak belajar bersama bagaimana melaksanakan puasa dan pantang yang benar. Bantulah kami dengan Roh Kudus-Mu agar mampu memahami kehendak-Mu sehingga puasa dan pantang yang kami laksanakan di masa prapaskah ini sungguh menjadi sarana bagi kami untuk berbenah diri menjadi pribadi yang solider dan semangat menjalankan karya missioner. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Bacaan Kitab suci

Teks dibaca bergantian perayat. Setelah selesai, fasilitator membacakan ulang seluruh teks.

Matius 4:1-11 “Pencobaan di Padang Gurun”

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

 

Sharing Pendalaman Sabda

Fasilitator memandu sharing dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawaban dari umat ditampung dan didengarkan. Dalam sharing tidak ada saling menyalahkan. Jawaban dalam kurung menjadi panduan bagi fasilitator untuk membuat kesimpulan ringkas dari jawaban- jawaban umat.

1.      Yesus mengalami tiga godaan. Apa saja?

(1. “Mengubah batu menjadi roti”; 2. “Menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah”; 3. “Menguasai seluruh kerajaan dunia”)

2.      Menurut Anda, apa maksud atau arti dari ketiga godaan yang dialami Yesus tersebut?

(1. Mengubah batu menjadi roti: “godaan tentang memenuhi kebutuhan fisik dengan cara-cara yang tidak biasa atau tidak baik serta tidak sesuai dengan yang dikehendaki Allah”; 2. Menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah: godaan untuk mencari sensasi, pujian, atau popularitas; 3. Menguasai seluruh kerajaan dunia: “godaan untuk meraih kekuasaan, kesuksesan dengan cara yang menyimpang bahkan meninggalkan Tuhan)

3.      Apa contoh konkret ketiga godaan itu dalam kehidupan kita sekarang ini?

o  (Godaan pertama: gaya hidup konsumtif, korupsi, pinjaman online (pinjol) untuk beli barang-barang mewah, judol (judi online), investasi bodong, petani memakai bahan- bahan kimia berbahaya dan berlebihan untuk mempercepat hasil, pengusaha makanan menggunakan formalin dan pewarna pakaian, mengeksploitasi alam dengan membabat hutan secara sembarangan, menangkap ikan dengan racun berbahaya dan menggunakan aliran listrik.)

o  (Godaan kedua: pamer barang-barang mewah dan gaya hidup mewah di medsos, pamer ‘kesalehan’ di medsos, melayani untuk dipuji bukan karena ketulusan.)

o  (Godaan ketiga: menyuap untuk jabatan, ikut menggosip dan memfitnah demi pertemanan, diam saat ketidakadilan terjadi karena takut kehilangan posisi atau relasi, rela mengorbankan nilai-nilai moral Kristiani demi bisnis atau mendapatkan hiburan, mengabaikan keluarga dan doa demi karier atau uang.)

Peneguhan

·       Menurut Katekismus Gereja Katolik, pantang adalah menghindari makanan atau kebiasaan tertentu sebagai bentuk pengorbanan. Puasa adalah makan kenyang hanya satu kali sehari untuk melatih pengendalian diri dan kerendahan hati.

·      Pantang dan puasa bukan sekadar menahan diri dari makanan tertentu, tetapi lebih pada tindakan penyangkalan diri untuk menjadi pribadi yang solider dan berempati pada penderitaan sesama. Sekaligus, dengan pantang dan puasa, kita diajak menjadi pribadi misioner yang berbagi dan beramal kasih kepada mereka yang berkekurangan. Dengan meneladani Yesus Kristus yang berpuasa dan berpantang, umat Katolik diajak untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama serta lingkungannya.

·      Dalam kaitannya dengan pertobatan ekologis, makna pantang dan puasa adalah menjadi sarana pengembangan kesadaran akan pentingnya menjaga rumah kita bersama, alam semesta ciptaan Tuhan. Dengan membatasi kesenangan pribadi dan duniawi, kita diajak menyadari keserakahan dan ketidakseimbangan yang dapat merusak lingkungan. Tindakan ini kemudian diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam bentuk doa, perbuatan baik, dan usaha pemulihan lingkungan, sejalan dengan visi Keuskupan Agung Palembang, yakni menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh ciptaan.

Aksi

F          Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, sekarang marilah kita membuat aksi nyata pantang dan puasa di komunitas basis kita.

Pertanyaan panduan:

1. Sebagai komunitas, apa yang akan kita lakukan untuk mengatasi tiga godaan pada zaman modern ini? Berikan contoh konkret.

 

Doa Kepada Yesus Yang Tersalib

Teks doa dibacakan bergantian seperti pada pertemuan pertama.

Bapa kami

F          Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya.

F+U     Bapa kami yang ada di surga…

Doa penutup

F          Marilah kita berdoa,

Bapa di Surga, kami bersyukur atas sabda Putera-Mu yang meneguhkan kami dalam memahami arti puasa dan pantang yang benar. Semoga umat-Mu semakin memahami bahwa dengan pantang dan puasa, kami semakin memiliki empati dan kepedulian untuk mereka yang berkekurangan. Kami ingin budaya berbagi dan peduli menjadi buah-buah pantang dan puasa, maka bantulah kami dengan daya Roh kudus-Mu agar mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Lagu penutup

Dipilih lagu yang sesuai.

 


Pertemuan III

Yang Memiliki Tidak Merasa Berkelebihan, Yang Tidak Punya Tidak Merasa Berkekurangan

 

Lagu Pembuka

Dapat dipilih lagu yang sesuai

Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U          Amin.

Pengantar

F          Saudara-saudari umat basis yang terkasih,

Pada pertemuan APP kedua, kita telah mendalami bagaimana menjalani puasa dan pantang secara benar. Pada pertemuan ketiga ini kita diajak menjadi pribadi yang dermawan dengan merenungkan tema “Yang memiliki tidak merasa berkelebihan, yang tidak punya tidak merasa kekurangan”

Marilah kita hening sejenak, mohon penyertaan Roh Kudus, agar membantu akal budi kita memahami kehendak Tuhan. Hening sejenak…

Doa Pembuka

F    Marilah berdoa,

Allah Bapa, Maha berbelas kasih, kami bersyukur atas nasihat bijak dan keteladanan para murid-murid Yesus Kristus, Putera-Mu, dalam membangun Gereja sebagai komunitas pelayanan kasih sejati yang peduli dan berbagi. Utuslah Roh Kudus untuk memampukan kami menjadi Gereja yang dermawan dan peduli kepada yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Semoga kami dapat mewujudkan diri sebagai Gereja yang saling menolong sehingga di antara umat-Mu tidak ada yang berkekurangan. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan pengantara kami,

U          Amin.

Bacaan Kitab suci

Salah seorang diminta membaca teks tersebut, kemudian teks dibaca bersama.

2 Korintus 8:1-15 “Pelayanan kasih”

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.

8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

8:8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.

8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

8:10 Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga.

8:11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.

8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

8:13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.

8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

8:15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

 

Sharing Pendalaman Sabda

Fasilitator memandu sharing dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawaban dari umat ditampung dan didengarkan. Dalam sharing tidak ada saling menyalahkan. Jawaban dalam kurung menjadi panduan bagi fasilitator untuk membuat kesimpulan ringkas dari jawaban- jawaban umat.

1.      Mari kita baca lagi ayat 1-5. Bagaimana keadaan jemaat Makedonia saat mereka memberi dan apa yang luar biasa dari cara mereka memberi?

(Keadaan jemaat: mereka dalam penderitaan yang berat dan juga miskin, namun tetap memberi dengan sukacita dan kelimpahan [lihat ayat 2-3]; Yang luar biasa: mereka memberikan diri pertama-tama kepada Tuhan, baru kemudian persembahan finansial [lihat ayat 5]).

2.      Mari kita baca lagi ayat 7-12. Menurut bagian ini, apa yang Paulus harapkan juga tumbuh dalam diri jemaat Korintus selain iman dan kasih?

(Paulus mengharapkan: jemaat Korintus yang kaya dalam segala sesuatu juga unggul/kaya dalam pelayanan kasih [ayat 7]; mereka meneladani Kristus yang rela memberikan diri-Nya karena kasih-Nya kepada manusia [ayat 9], demikian juga jemaat Korintus memberi dengan kerelaan dan seturut kemampuan [ayat 11-12].)

3.      Kita baca lagi ayat 13-15. Cara hidup yang bagaimana yang diharapkan Paulus tumbuh dalam komunitas jemaat?

(Paulus mengharapkan ada keseimbangan: yang punya banyak tidak kelebihan dan yang sedikit tidak kekurangan.)

Peneguhan

·           Paulus mengajak umat di Korintus mencontoh jemaat Makedonia dalam berbagi kasih karunia. Jemaat di Makedonia yang miskin memberi dengan sukacita dan melebihi kemampuan mereka. Kedermawanan mereka bersumber dari pengalaman doa dan iman, khususnya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.

·           Dari ajaran Paulus dan teladan kasih yang dilakukan oleh umat Makedonia, kita bisa menimba beberapa pesan penting:

Pertama, setiap umat beriman Katolik selalu didorong untuk melakukan karya belas kasih sebagai bentuk empati dalam kesatuan jemaat sebagai satu Tubuh Mistik Kristus. Rasa senasib sepenanggungan, sehati sejiwa saling membantu dan memberi perhatian satu sama lain perlu ditumbuhkembangkan supaya tidak satu pun anggota Gereja yang luput dari bela rasa.

Kedua, belaskasih dalam bentuk kedermawanan dan kemurahan hati bisa dilakukan dalam kondisi apa pun ekonomi kita, seperti jemaat di Makedonia. Kisah persembahan janda miskin juga dapat menjadi inspirasi dalam melakukan kebaikan kepada sesama. Inilah sukacita sejati: memberi bukan karena kelimpahan, tetapi karena kesadaran untuk berbagi.

Ketiga, hendaknya juga dipahami bahwa umat beriman dapat melakukan kedermawanan dan kemurahan hati karena dibantu oleh kasih karunia Allah. Kesadaran ini harus menjadi motivasi utama dalam karya belas kasih kita. Kristus telah lebih dahulu mencintai dengan menumpahkan darah-Nya di kayu salib. Cinta dan pengorbanan Kristus yang menyelamatkan menggerakkan hati kita untuk mempersembahkan karunia yang dimiliki kepada saudara yang miskin.

Aksi

F    Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, sebagai aksi nyata marilah kita merenungkan pendapat ini: bagaimana mungkin saya memberi orang lain, sedangkan diri sendiri saja masih kekurangan; atau untuk apa membantu orang lain yang tidak kita kenal;bahkan ada yang lebih ekstrem lagi, kekayaan yang kumiliki adalah hasil kerja kerasku, maka akan kunikmati sendiri.

Untuk direnungkan masing-masing dan tidak perlu disharingkan:

1. Apakah selama ini saya juga memiliki pendapat yang sama dengan di atas? Apa niat nyata yang bisa saya buat untuk menjadi pribadi yang dermawan?

 

Doa Kepada Yesus Yang Tersalib

Teks doa dibacakan bergantian seperti pada pertemuan pertama.

Bapa kami

F          Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya.

F+U     Bapa kami yang ada di surga…

 

Doa Penutup

F          Marilah kita berdoa,

Allah Bapa Maha berbelas kasih, terima kasih atas sabda Putera-Mu yang diwartakan oleh Santo Paulus. Semoga dengan meneladani umat beriman di Makedonia, kami semua Engkau mampukan untuk mewujudkan niat berbagi kasih yang dilandasi oleh iman akan Kristus Putera-Mu yang lebih dahulu telah membagikan kasih karunia keselamatan dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Semoga kelak kami pun boleh menikmati sukacita surgawi seperti yang telah dijanjikan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Lagu Penutup

Dipilih lagu yang sesuai.


Pertemuan IV

Menghadirkan Harapan

Bagi Jeritan Bumi dan Orang Miskin

 

Lagu Pembuka

Dapat dipilih lagu yang sesuai

Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U          Amin.

Pengantar

F          Saudara-saudari umat basis yang terkasih,

Kita sudah memasuki pekan prapaskah keempat. Artinya, masa puasa dan pantang kita sudah separuh jalan lebih. Kita masih perlu berjuang memaknai puasa dan pantang kita agar semakin mendalam.

Pada pertemuan APP yang keempat ini, kita diajak untuk menghidupi puasa dan pantang dengan gerakan solidaritas yang terarah pada usaha menghadirkan harapan bagi jeritan bumi dan orang miskin. Maka marilah kita bersama-sama mendengarkan kehendak Tuhan yang diwartakan dalam sabda-Nya sebagai sarana pembelajaran kita semua dalam membangun aksi bagi bumi dan orang miskin.

Kita mohon bantuan Roh Kudus agar membantu kita memahami dan memaknai gerakan APP dengan aksi nyata. Hening sejenak….

Doa pembuka

F    Marilah berdoa,

Allah, Sumber pengharapan dan belas kasih, kami bersyukur atas ajaran kasih Tuhan Yesus Kristus yang mengingatkan kami untuk senantiasa berbuat kebaikan. Kami sadar bahwa sering kali hanya pandai memahami, namun kurang berani mewujudkan. Maka bantulah kami agar melalui pertemuan APP keempat ini hati kami semakin tergerak untuk menjawab isu lingkungan yang semakin rusak serta melihat penderitaan sesama kami. Semoga Roh Kudus juga memberi daya bagi kami mewujudkan aksi nyata kasih-peduli terhadap keutuhan ciptaan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Bacaan Kitab suci.

Teks dibaca bergantian perayat. Setelah selesai, fasilitator membacakan ulang seluruh teks.

Injil Matius 26:6-13 “Yesus diurapi”

 

26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,

26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?

26:9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."

26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.

 

Sharing Pendalaman Sabda

Fasilitator memandu sharing dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawaban dari umat ditampung dan didengarkan. Dalam sharing tidak ada saling menyalahkan. Jawaban dalam

urung menjadi panduan bagi fasilitator untuk membuat kesimpulan ringkas dari jawaban- jawaban umat.

1.      Apa yang dilakukan si perempuan kepada Yesus dan mengapa demikian?

(Si perempuan mencurahkan minyak wangi yang mahal ke atas kepala Yesus. Ia melakukan ini sebagai ungkapan kasih, hormat, dan pengabdian yang mendalam kepada Yesus [bandingkan Ayat 12].)

2.      Apa reaksi para murid melihat apa yang dilakukan si perempuan kepada Yesus?

(Mereka gusar dan bersungut-sungut. Bahkan mereka memprotes tindakan itu sebagai pemborosan. Mereka berpikir bahwa lebih baik minyak itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.)

3.      Apa tanggapan Yesus terhadap tindakan si perempuan dan juga atas reaksi para murid? Dan mengapa Ia berkata: “Orang miskin selalu ada padamu.”?

(Yesus merasa dikasihi, dihargai, dan dihiburkan oleh tindakan si perempuan. Namun, Yesus merasa sedih atas reaksi para murid yang tidak melihat alasan mendasar dari sebuah tindakan kasih. Para murid hanya melihat dari sisi harga minyak yang mahal, tapi tidak melihat Yesus sebagai sumber kasih itu sendiri. Pesan Yesus bahwa orang miskin selalu ada padamu, mau mengatakan bahwa mencintai dan mengasihi orang miskin harus bersumber pada kasih Allah sendiri.)

 

Peneguhan

·         Yesus menyebut tindakan si perempuan yang menuanginya dengan minyak wangi sebagai perbuatan baik untuk persiapan penguburan-Nya dan mengatakan perbuatan itu akan dikenang di seluruh dunia. Pengurapan minyak wangi menunjukkan tanda syukur, hormat dan pengakuan terhadap pribadi yang dianggap berjasa. Pujian Yesus kepada si perempuan memberi pesan bahwa perbuatan baik harus bersumber pada kasih Kristus.

·         Paus Leo XIV dalam Surat Apostoliknya “Dilexi Te” menekankan hubungan erat antara kasih Kristus dan panggilan untuk merawat orang miskin. Sekaligus ditegaskan bahwa merawat orang miskin (dalam segala aspek) adalah jalan untuk mencapai kekudusan. Orang miskin bukan sebagai beban, melainkan sebagai saudara karena Kristus mencintai mereka. Kehadiran kita adalah sarana menghadirkan Allah yang mengasihi di tengah orang miskin.

·         Kitapun ingat akan seruan Bapa Suci Paus Fransiskus yang mengaitkan jeritan bumi dengan orang miskin karena kehancuran alam, dengan segala indikasinya, yang paling terimbas dan menderita adalah orang miskin. Dalam peziarahan pengharapan di tengah zaman, tugas misi Gereja, khususnya yang berkaitan dengan gerakan APP, adalah menangkap jeritan itu dan mendengarkan sabda Yesus: “Orang-orang miskin selalu ada padamu…” (lih. Mat. 26:11).

 

Aksi

F    Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, sebagai aksi nyata, marilah kita menjadi “minyak wangi” yang digunakan untuk mengurapi Yesus. Minyak wangi yang dimaksudkan adalah pengorbanan diri kita sebagai wujud kasih kita kepada Allah.

Mari kita sepakati tindakan apa yang bisa kita buat sebagai wujud “minyak wangi” bagi bumi dan sesama. Berikut adalah contoh-contoh bentuk lain dari “minyak wangi”:

o    Mengorbankan kenyamanan: mengurangi penggunaan plastik termasuk air kemasan.

o    Mengorbankan keinginan: menyisihkan uang belanja dan pantang dan puasa untuk donasi.

o    Mengorbankan waktu luang: meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak, keluarga yang bermasalah, mendoakan dan mengunjungi orang sakit.

o    Mengorbankan reputasi: berani menyuarakan kebenaran di tengah ketidakadilan.

Setiap komunitas bisa menambahkan sendiri bentuk aksi yang akan dilaksanakan.

Doa Kepada Yesus Yang Tersalib

Teks doa dibacakan bergantian seperti pada pertemuan pertama.

Bapa kami

F          Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus kepada  murid-Nya.

F+U     Bapa kami yang ada di surga…

 

Doa penutup

F          Marilah kita berdoa,

Allah Bapa Mahabaik, terima kasih atas teladan kasih yang telah ditunjukkan oleh Putera-Mu yang hadir, mendekati, dan menyelamatkan orang berdosa; merangkul yang lemah; memberi kabar sukacita bagi yang miskin dan menderita. Melalui pertemuan APP ini, kami telah banyak belajar dari cara Putra-Mu menjalankan tugas perutusan-Nya. Maka kami mohon, bantulah kami agar senantiasa tergerak hati untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di sekitar kami sebagai sarana ikut terlibat dalam misi Kristus menghadirkan kerajaan Allah. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.              Lagu penutup  Dipilih lagu yang sesuai.

Pertemuan V

Hidup Bertobat dan Menjadi Berkat

 

Lagu Pembuka

Dapat dipilih lagu yang sesuai

 

Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U          Amin.

 

Pengantar

F          Saudara-saudari umat basis yang terkasih,

Kita sudah memasuki pekan prapaskah kelima. Artinya, masa puasa dan pantang kita sudah mendekati puncak dan akan memasuki Minggu Palma. Di situlah kesibukan kita akan semakin meningkat. Mungkin banyak dari antara kita mulai disibukkan dengan latihan koor yang semakin intensif, mungkin juga panitia paskah akan semakin banyak kesibukan. Belum lagi ada beberapa tempat yang melaksankan “open house” tentu kesibukan pribadi juga akan semakin meningkat. Bisa jadi kita mudah mengumbar energi negatif, pemarah, arogan dan sebagainya.

Pada pertemuan APP yang kelima ini kita diundang dan diajak untuk berani menjadi berkat bagi sesama kita di tengah segala kesibukan, kelelahan akibat kepadatan acara kita, namun kita tetap dituntut untuk semakin berbuah kebaikan bagi sesama kita.

Kita mohon bantuan Roh Kudus agar membantu kita memahami dan memaknai gerakan APP dengan aksi nyata. Hening sejenak….

Doa pembuka

F    Marilah berdoa,

Allah, Sumber kebenaran sejati, melalui Roh Kudus Engkau selalu membimbing kami untuk selalu mewartakan kebenaran Putra-Mu. Sudilah selalu menerangi dan melindungi kami, agar hidup kami selalu berada di dalam jalan Putra-Mu dan jangan sampai kami tersesat oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari Yesus Putra-Mu. Kami mohon semoga kami pun ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan-Mu dengan selalu memanfaatkan anugerah-Mu untuk karya keselamatan dan membimbing banyak orang menuju keselamatan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U          Amin.

Bacaan Kitab suci.

Teks dibaca bergantian perayat. Setelah selesai, fasilitator membacakan ulang seluruh teks.

 

Matius 18: 1-10: Bertobat dan merendahkan diri

 

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

18:7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

 

18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Sharing Pendalaman Sabda

Fasilitator memandu sharing dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawaban dari umat ditampung dan didengarkan. Dalam sharing tidak ada saling menyalahkan. Jawaban dalam

urung menjadi panduan bagi fasilitator untuk membuat kesimpulan ringkas dari jawaban- jawaban umat.

1.      Mengapa ketika orang bertanya “siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga”, Yesus justru menempatkan anak kecil?”

(Anak kecil itu polos, sederhana, mudah percaya, ada malaikat yang melindungi)

2.      Dalam ayat 6: mengapa Sabda Yesus begitu keras? Mengapa penyesatan merupakan hal yang tidak disenangi Yesus?

(menyesatkan itu menjauhkan orang dari Allah, orang yang menyesatkan itu selalu mencari keuntungan bagi dirinya sendiri; Yesus memperingatkan para murid dan kita sebagai murid-Nya di zaman ini agar tidak menjadi penyesat atau menyesatkan )

3.      Perhatikan ayat 8 dan 9. Apakah penyesatan itu masih ada sampai sekarang? Berikan contoh-contohnya!

(menyebar berita bohong, ngrumpi, memberi keteladanan palsu, kekerasan, penindasan terhadap yang kecil, kepura-puraan, tafsir liar akan Kitab Suci)

4.      Ayat 10: Siapa yang melindungi anak kecil sehingga tidak boleh direndahkan?

Anak kecil, orang kecil, orang lemah, orang yang kurang diperhitungkan hanya percaya dan bersandar pada Tuhan. Menyesatkan orang apalagi anak kecil, berarti menutup berkat bagi mereka. Ingat anak kecil (orang kecil) punya pelindung, “mata-mata” yaitu malaikat yang akan selalu “melaporkan” kepada Allah.

 

Peneguhan

 

·         Panggilan hidup kita sebagai orang Kristiani sejati adalah untuk selalu menapaki jalan kerendahan hati. Kerendahan hati bukan sekadar sikap sopan atau rendah diri, melainkan sebuah keutamaan yang memampukan kita menempatkan Allah dan sesama di atas kepentingan diri. Untuk itu, kita perlu berani mengikis segala bentuk kesombongan, hasrat menguasai, dan keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian. Kita juga harus menghancurkan sikap ketidakjujuran dan kemunafikan yang mengaburkan ketulusan hati. Bahkan, kita perlu melepaskan perasaan “tahu segalanya” yang membuat kita mengandalkan kekuatan sendiri dan mengabaikan kehadiran orang lain

·         Yesus mengingatkan bahwa orang yang ikut berperan dalam menyesatkan orang lain, khususnya anak-anak akan menerima hukuman yang paling hebat (ayaMat 18:2,5-7).

1) Menempatkan "hal-hal yang dapat menyebabkan orang berbuat dosa" di depan orang lain -- seperti hiburan duniawi, ajaran filsafat manusia, bacaan/hiburan porno, narkotika, minuman keras, teladan yang jahat, ajaran sesat, dan teman-teman yang berdosa -- berarti bergabung dengan Iblis, si penggoda (bd. Mat 4:1Kej 3:1-6Yoh 8:44Yak 1:12).

2) Orang saleh akan berusaha untuk membuang segala sesuatu yang dapat menjadi godaan dan menyebabkan orang berbuat dosa, dari kehidupan keluarga, rumah, gereja, dan diri sendiri (ayat Mat 18:7-9).

o    Kutipan perikop ini menekankan pertobatan dan merendahkan diri sebagai ciri-ciri hidup anak-anak Allah yang menjadi pewaris Kerajaan Surga. Apakah ada sikap dan ambisi-ambisi yang salah dalam kehidupan Anda yang memerlukan pertobatan? Allah menginginkan setiap orang  memelihara kualitas iman dan kehidupan yang kudus dalam seluruh aspek hidupnya. Allah memanggil kita untuk hidup dalam pertobatan setiap hari sebab setiap orang rentan terhadap dosa tiap hari. Jangan menyia-nyiakan keselamatan yang telah dikerjakan dan diberikan Yesus Kristus. (https://alkitab.sabda.org/commentary.php?version=tb&passage=Matius+18)

Aksi

F  Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, Marilah kita bersama-sama melihat dan merefleksi penyesatan-penyesatan yang pernah dilakukan oleh anggota tubuh kita, serta melihat dan merefleksikan berkat-berkat yang pernah kita salurkan melalui anggota tubuh kita;

1.      Penyesatan apa saja yang dilakukan oleh mata, kaki, tangan, mulut, ataupun anggota badan yang lain. (cukup direnungkan dan disesali)

2.      Sebagai ciptaan mulia Allah, kita mendapatkan banyak anugerah berupa anggota tubuh. Berkat apa yang pernah kita salurkan ke sesama dan cara apa untuk meningkatkan? (sharingkan)

Doa Kepada Yesus Yang Tersalib

Teks doa dibacakan bergantian seperti pada pertemuan pertama.

 

Bapa kami

F          Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus kepada  murid-Nya.

F+U     Bapa kami yang ada di surga…

 

Doa penutup

F   Marilah kita berdoa, Allah Bapa yang mahakuasa, kami bersyukur atas kasih-Mu yang menyertai kami dalam setiap pendalaman bahan APP ini. Secara khusus pula atas anugerah-Mu kepada kami melalui anggota tubuh kami ini. Semoga kami selalu menghindarkan dari tindakan penyesatan, dan sebaliknya kami selalu menggunakan untuk menjadi perpanjangan kasih-Mu menyalurkan keselamatan kepada semua orang. Segarkanlah kami selalu dengan pertobatan dan kerahiman-Mu, sehingga kelak boleh merayakan Paskah kebangkitan Putra-Mu yang menyelamatkan semua manusia. Dia-lah sumber berkat bagi kami, yang  selalu mengundang kami untuk datang kepada-Mu. Sebab Dia-lah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa.

U  Amin.

Lagu Penutup

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Misa Minggu Prapaskah II, 1 Maret 2026

Doa Jalan Salib 2026 Keuskupan Agung Palembang

Ibadat Jumat Agung, 3 April 2026